Berwisata Outbound Malang di Puncak Tertinggi Pulau Jawa

Berlibur dengan berwisata hiking di daerah – daerah gunung memang sangat menakjubkan. Dewasa ini banyak para kaum muda yang sedang menggandrungi apa yang disebut dengan hiking alias medaki gunung. Entah itu karena mereka memang gemar mendaki hingga dijadikan sebagai hobi, atau karena mereka senang dengan nuansanya yang alami atau hanya sekedar ingin update atau ingin eksis saja di media social. Terlepas dari apapun alasannya, mendaki gunung memang merupakan kegiatan yang bisa menyehatkan tubuh asal dilakukan dengan tepat dan benar. Persiapan untuk mendaki gunung pun tak hanya membutuhkan kondisi badan yang sehat dan bugar, namun juga peralatan – peralatan dan perlengkapan mendaki gunung, seperti tas yang besar besar untuk menyimpan pakaian dan juga peralatan untuk memasang tenda. Bagi beberapa orang yang hobi mendaki gunung, hal tersebut mungkin bukanlah hal yang merepotkan karena mereka menikmati proses mendaki mulai dari persiapannya. Akan tetapi bagi beberapa orang yang tidak hobi mendaki dan tidak pernah mendaki, berwisata dengan mendaki gunung terkesan merepotkan. Oleh karena itu, walaupun saat ini sedang digandrungi oleh kaum muda, mendaki bukan pilihan utama tujuan wisata. Tetapi, jika sudah penasaran dengan keindahan gunungnya, mendaki sekalipun bukan menjadi halangan. Salah satu tempat wisata gunung yang ramai didatangi para wisatawan domestik dan mancanegara adalah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru berlokasi di daerah sebelah timur Kota Malang, menjadikan Kota Malang sebagai tempat wisata yang paling populer yang ada di Jawa Timur. Dengan kehadiran taman nasional ini, wisata outbound Malang semakin menarik perhatian masyarakat. Wisata di Kota Malang yang satu ini merupakan satu – satunya area konservasi yang memiliki lautan pasir. Taman nasional ini terdiri dari tiga gunung, yaitu Gunung Bromo, Gunung Tengger, dan Gunung Semeru. Gunung Semeru sendiri merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa. Menjulang tinggi sekitar 3.676 meter, gunung ini menjadi popular berkat film 5 cm yang dirilis pada tahun 2012 lalu. Untuk para pendaki pemula, gunung Semeru sangat disarankan karena untuk mendaki dan menuruninya hanya diperlukan waktu tiga hari.

Gunung Semeru memiliki pesona dan daya tarik sendiri. Di ketinggian 2.400 meter, pendaki akan menemukan danau Ranu Kumbolo. Di sekitar danau inilahpara hikers / pendaki biasa mendirikan tenda untuk beristirahat dan bermalam sebelum melanjutkan perjalanan, selanjutnya dari Ranu Kumbolo. Di sekitar danau ini lah para pendaki biasa mendirikan tenda untuk beristirahat dan bermalam sebelum melanjutkan perjalanan. Selanjutnya, dari Ranu Kumbolo pendaki akan melalui apa yang terkenal dengan sebutan Tanjakan Cinta. Beredar mitos mengenai Tanjakan Cinta, bahwa siapapun yang melalui tanjakan ini tanpa menengok ke belakang dan tanpa beristirahat, maka akan menemukan cinta sejatinya. Di akhir pendakian, pendaki akan disuguhi pemandangan hamparan bunga Edelweiss yang merupakan lambang keabadian. Tentu saja tempat ini menjadi daya tarik tersendiri mengingat bunga ini tidak bisa ditemukan di sembarang tempat.

Jika Anda tertarik berwisata dengan mendaki gunung Semeru ini, disarankan untuk menggunakan jasa pemandu dan jangan lupa lakukan persiapan yang matang dan serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *